Pangkalpinang — Presiden Partai Keadilan Sejahtera sekaligus Anggota Komisi XIII DPR RI Almuzzammil Yusuf melaksanakan kajian subuh bersama jamaah Masjid Agung Kubah Timah (MAKT) di sela kunjungannya ke Kota Pangkalpinang pada Sabtu (18/04/2026).
Presiden PKS mengingatkan arti pentingnya sinergi antara nilai-nilai wahyu dan otoritas politik dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya dakwah lisan saja tidak cukup untuk membawa perubahan besar tanpa didukung oleh kebijakan negara yang tegas.
“Sesungguhnya Allah mencabut kemungkaran melalui kekuasaan, apa yang tidak bisa dicabut hanya dengan Al-Qur’an,” ujar Almuzzammil
Almuzzammil Yusuf juga menjelaskan jika Al-Qur’an dan kekuasaan ibarat saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan, sehingga nasihat agama merupakan sebuah arah moral, namun kekuasaan memberikan daya eksekusi yang nyata di lapangan.
Sebagai contoh, satu tanda tangan dari Kepala Daerah jauh lebih cepat memberantas kemungkaran dibandingkan ribuan tanda tangan petisi atau nasihat lisan tanpa payung kebijakan formal.
“Negara memiliki alat kelengkapan untuk menghentikan kebatilan secara sistemik, sebuah kekuatan yang seringkali terbatas jika hanya dilakukan oleh individu atau komunitas kecil,” sebutnya.
Tak hanya itu Almuzzammil turut mencontohkan perbedaan periode dakwah di Makkah dan Madinah. Al-Qur’an diturunkan di Makkah.
Namun, selama 13 tahun berdakwah di Makkah, umat Islam saat itu tidak menguasai sejengkal tanah pun, sehingga menjadi tantangan dalam berdakwah.
“Setelah hijrah dan membangun kekuatan politik di Madinah, Rasulullah SAW berhasil membebaskan Makkah. Makkah baru menjadi Kota Islam yang kokoh justru setelah nilai Al-Qur’an bertemu dengan saudara kembarnya, yakni kekuasaan,” terangnya.
Terakhir dirinya menerangkan, banyak kemenangan besar bermula dari unit terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga.
Ia merujuk pada pesan dalam Al-Qur’an Surah At-Tur mengenai janji Allah mengumpulkan keluarga yang beriman di dalam surga.
“Dari fondasi keluarga yang bertakwa inilah, kelak akan terwujud level kesuksesan yang lebih besar, menuju terbentuknya komunitas kenegaraan yang baik,” tambahnya.
Setelah kajian subuh dilanjutkan foto bersama dan ramah tamah diskusi bersama pengurus Masjid Agung Kubah Timah.
Bagikan:
- Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
- Share on X (Opens in new window) X
- Share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
- Share on Threads (Opens in new window) Threads
- Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
- Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
- Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
- Share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
